Showing posts with label NOVIEATI. Show all posts
Showing posts with label NOVIEATI. Show all posts

Wednesday, October 17, 2012

Teknologi Robot Pengintai Modern


Teknologi Terbaru : Robot Pengintai Modern - Berita Teknologi Terbaru | Software Terbaru | Gadget Terbaru - Sebuah perusahaan terkemuka penyedia perangkat lunak simulasi, Boston Dynamic, baru-baru ini meluncurkan sebuah robot yang memiliki kemampuan untuk membantu dan mempersenjatai para tentara Amerika Serikat memperoleh informasi tentang musuh. Robot terbaru dalam dunia militer ini dijamin bakal membuat sobat tercengang karena aksinya yang dapat memukau semua mata yang melihat kemampuannya. Robot yang jika dilihat sekilas tampak seperti mobil remote control atau mobil mainan biasa ini diberi nama Sand Flea. Robot yang memiliki berat 4,9 kg ini mampu melakukan loncatan setinggi 10 meter (30 kaki) ke udara.

Sand Flea sengaja "dilahirkan" untuk mengetahui informasi tentang keberadaan musuh dalam sebuah peperangan. Karena menurut Boston Dynamic sebagai pembuat atau produsen, mencari sebuah informasi secara detail tentang musuh merupakan hal yang sulit untuk dilakukan mengingat resiko yang akan dihadapi begitu besar. Hal inilah yang membuat Boston Dynamic menciptakan sebuah robot sebagai salah satu alternatif yang dapat memudahkan para tentara dalam hal ini tentara Amerika Serikat yang terkenal garang dan pantang menyerah di medan pertempuran.

Teknologi Terbaru Robot Pengintai Modern
Image From : bostondynamics.com

Karena robot ini digunakan untuk misi pengintaian dan mencari informasi tentang musuh, Sand Flea dilengkapi dengan on-board video system yang dapat menampilkan data visual tentang musuh dari jarak yang sangat jauh. Untuk melihat video kehebatan robot Sand Flea ini, silahkan kunjungi " disini "

Teknologi Baru untuk Mengurangi Polusi Kendaraan Bermotor

Teknologi Baru untuk Mengurangi Polusi Kendaraan Bermotor


polusi-mobilSuatu alat yang dinamakan plasmatron secara drastis dapat mengurangi asap yang berasal dari kendaraan bermotor. Alat tersebut telah diuji coba di Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan diharapkan dapat dibeli dengan harga murah serta sesuai (compatible ) dengan peralatan mesin kendaraan yang ada pada saat ini. Peneliti MIT mengatakan bahwa pertama kali plasmatron dipasang pada mesin mobil komersial kemudian diuji coba selama dua minggu. Para penemu alat tersebut mengatakan bahwa hasil uji coba memperlihatkan pengurangan polusi yang sangat besar terutama pengurangan Nitrogen Oksida (NO2) dari 2.700 ppm (parts per million ) tanpa plasmatron menjadi tinggal 20 ppm setelah menggunakan plasmatron.
Daniel R.Cohn, Ketua Divisi Teknologi Plasma dari Plasma Science and Fusion Center (PSFC), mengatakan bahwa penemuan tersebut merupakan suatu era baru bagi pengurangan polusi kendaraan bermotor. Menurut Cohn : “Sukses perpaduan antara plasmatron dengan mesin mobil, membuat langkah selanjutnya untuk pengujian di jalan raya”. Menurut para peneliti, plasmatron bekerja seperti proses penyulingan minyak (oil refinery) yakni mengkonversikan berbagai bahan bakar kedalam gas yang kaya akan hidrogen berkualitas tinggi. Bahan bakar yang diinjeksikan kedalam plasmatron dibuka ke aliran listrik yang merubah bahan bakar dan udara disekitarnya kedalam plasma. Plasma mempercepat laju reaksi dan menghasilkan gas yang kaya akan hidrogen. Walaupun alat tersebut pada saat ini telah digunakan dalam aplikasi industri, namun yang digunakan di industri jauh lebih besar dibandingkan dengan versi MIT selain lebih boros energi dalam mengoperasikannya.
Dr.Cohn menegaskan bahwa merekalah yang pertama kali mengembangkan plasmatron dalam ukuran kecil dan dengan daya yang rendah, yakni lebih kecil dari satu kilowatt. Lebih lanjut Dr.Cohn menambahkan bahwa mereka pulalah yang pertama kali mengaplikasikan dengan menambahkan alat tersebut ke mesin mobil untuk mengurangi polusi kendaraan bermotor. Langkah selanjutnya adalah memasang plasmatron pada kendaraan sebenarnya yang beroperasi di lapangan. Nantinya para peneliti mengharapkan dapat menerapkan pemakaian plasmatron tersebut pada bus. Walaupun pengujian yang dilakukan pada saat ini menggunakan mesin dengan bahan bakar bensin, para peneliti mengatakan bahwa penemuan mereka berlaku juga bagi bahan bakar diesel dan biofuels. Para peneliti mempunyai lima patent yang berhubungan dengan plasmatron.
Pelitian tersebut disponsori oleh “DOE Office of Heavy Vehicle Technologies “.